Saya harap kamu bisa menikmati tulisan ini. Jangan lupa berikan komentar kamu di akhir halaman ini dan share juga ke media sosial 😉.

Tolong! Saya Terlanjur Riba Nih, Gimana Donk? Ini 7 Tips Bayar Hutang yang Bisa Kamu Lakukan.

Ringkasan
Tidak ada yang salah dengan hutang piutang, tapi kalau sudah berubah jadi riba maka itu adalah masalah besar bagi kita. Nah, bagaimana dengan kita yang sudah terlanjur terjerat riba? Yang sudah kapok dengan riba karena kepala udah dibuat mau pecah rasanya. Udah kapok dikejar-kejar depkolektor. Adakah solusi bagi kita?

Dalam berbisnis dan kehidupan sehari-hari, ada satu kesalahan yang sering orang lakukan tapi parahnya hal ini malah justru dianggap sebagai hal yang normal dan wajar…

… apa itu?

Hutang bank, hutang rentenir, mainan riba.

Faktanya, semua orang pernah melakukan kesalahan, siapapun dia, dimanapun dia..

Tidak ada kecuali.

Bahkan seorang Nabi pun tidak luput dari berbuat kesalahan.

Ingat cerita Nabi Yunus yang dimakan ikan paus? Cerita itu tertuang pada Quran,

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, “Bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”–Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.

QS. Al Anbiya: 87-88

Jadi, saya dan kamu tidak akan pernah luput dari melakukan kesalahan.

Termasuk kita ini pasti pernah berhutang dan main-main dengan yang namanya riba.

Lalu bagaimana kalau kita sudah pernah mencicipi riba? Apakah kita masih bisa memperbaiki diri?

Baca lagi cerita diatas, Allah itu Maha Pengampun, Nabi Yunus sudah melakukan kesalahan dan akibat kesalahan itu dia mendapatkan hukuman.

Ceritanya, disuruh introspeksi diri dulu di perut ikan paus.

Nah, kalo kita?

Well, sebelum lebih lanjut alangkah indahnya kalau kita senggol dulu apa itu riba…

Riba itu bagaikan setan berkedok malaikat.

Riba itu bagaikan setan berkedok malaikat, sok menyelesaikan masalah padahal menambah masalah.
Riba itu bagaikan setan berkedok malaikat, sok menyelesaikan masalah padahal menambah masalah.

Parahnya, jaman sekarang ini, jaman dimana informasi itu gampang banget diakses dan dibuka selebar-lebarnya, banyak rentenir berkedok malaikat berlomba membuat aplikasi-aplikasi hutang.

Iming-imingnya adalah:

  • Kalau mau nikah, ngga punya uang untuk resepsi, hutang aja!
  • Mau punya rumah baru? Hutang aja!
  • Buka bisnis tapi ngga punya modal? Hutang lebih baik!
  • Pengen panci ajaib tapi takut ngga bisa makan? Yuk sini ngutang aja!

Fuuuuuuuu****, 🤣🤣🤣

Coba deh dipikir lagi, apa coba pentingnya resepsi pas nikahan?

Dalihnya biar bersyukur, bisa ngundang orang, berbagi kebahagiaan…

… tapi apa yang sebenarnya terjadi?

PAMER DOANK!

Kalo ngga resepsi dikira bakal jadi kudet, ngga gaul.

Hutang dan bakar uang ratusan juta hanya untuk gengsi.

Resepsi dibuat megah-megah, pengantin pakai baju bagikan Cinderella, didepan pintu masuk dipajang foto-foto pre-wedding besar-besar.

Terus fotonya dipost di Instagram, di Facebook. Biar apa? Biar orang-orang pada bersyukur gitu?

Saudaraku… bangun yuk!

98% orang ngga akan bersyukur saat melihat fotomu pakai baju Sailor Moon dan Tuksedo Bertopeng di sosial media. 50% orang akan lihat dan bilang, “Oh, udah nikah.” Skip!

19% orang akan mencibir, “Idih, bajunya kog gitu amat ya..” atau “Eh, tau ngga makanan di nikahan si anu tuh ngga enak banget deh…” atau “Ya ampuuuun, siapa sih MUA nya? Kog muka dia malah jadi kayak badut gitu ya?”

11% orang lainnya akan sedih, “Gimana ya, besok saya akan nikah juga. Resepsi seperti apa yang harus saya buat, padahal saya ngga punya uang nih…”

Sisanya… masa bodo, lu mau nikah bagus, kagak nikah juga bukan urusan gue..

Cuma 2% yang akan bersyukur. Siapa? Keluarga inti mempelai doank. Alhamdulillah, anakku sudah nikah…

Oh ya, btw… saya sudah pernah mencicipi kesalahan diatas lho. Makanya saya bisa cerita 😂

Dan saya menyesal bukan main.

Keluarga harus bakar uang ratusan juta, sewa gedung megah, ini dan itu… Cuma untuk “momen” satu hari yang akhirnya setelah 5 tahun menikah juga ngga bisa dinikmati lagi.

Sumpah, sekarang ini saya sama sekali ngga bisa menikmati apa-apa hasil dari resepsi itu. Ngga ada yang bisa dibanggakan.

Nyesel bukan main.

Andaikan saya bisa memutar balik waktu, mungkin uang itu bisa saya putar jadi modal bisnis sehingga dulu saya tidak perlu terjerat riba yang berujung bangkrutnya bisnis saya plus membawa hutang ratusan juta.

Istri ngga perlu menderita harus makan nasi bau, susu dan popok anak bisa terbeli.

Andaikan uang resepsi dulu saya pakai untuk beli rumah, tentunya saya ngga sempat ngontrak sana-sini.

Andaikan…

Well… itu cerita saya.

Kalau kamu bukan anak sultan, ini saya sudah berbagi pengalaman. Dan pengalaman katanya adalah guru yang paling baik. Ya kan?

Tapi apa ya kamu harus mengalami pengalaman yang sama dulu sampe akhirnya kamu belajar?

Ngga donk! Belajar aja dari pengalaman orang lain.

Trik marketing: Tapi kan, kalau ngga hutang ngga bisa beli apa-apa!

Trik marketing itu adalah mengangkat pain point seseorang, di blow up, lalu diberi solusi mudah.

Itu marketing.

Pain point itu seperti apa? Pain point sesorang itu adalah:

  1. Rasa takut,
  2. Rasa cemas,
  3. Kegelisahan,
  4. Pokoknya sesuatu yang ingin kita hindari.

Setelah itu, baru diberi solusi mudah. Kenapa solusi mudah?

Ya sederhana aja, karena manusia itu pada dasarnya adalah pemalas. Mereka suka dengan sesuatu yang mudah, bisa didapatkan tanpa harus kerja keras.

Jadi trik marketing bankir adalah dengan mengobok-obok kecemasan seseorang kalau dia tidak bisa memiliki sesuatu kalau tidak hutang.

Kalau hutang kan enak, bisa dapat dulu, tinggal dicicil. Kalo nabung, mau menghabiskan waktu berapa tahun?

Kenapa orang mau berhutang kalau riba membawa bencana?

Contoh gampangnya begini:

Mau beli rumah seharga 150 juta?

Nabung 1 juta perbulan untuk beli rumah perlu waktu 15 tahun, sekarang kamu umur 27 tahun. Berarti kamu baru bisa beli rumah di umur 53 tahun. Udah tua, udah ngga bisa menikmati apa-apa lagi.

Bayangkan kalau kamu hutang, sekarang kamu bisa beli rumah, tinggal bayar cicilan selama 15 tahun. Keluarga bahagia, tidak perlu kontrak sana-sini.

Atau contoh lain soal bisnis, yang gampang aja jualan jus buah:

Singkat cerita, ada sesorang yang baru duduk mau beli jus buah (panggil aja si Jonet). Yang jualan adalah sepasang suami istri sudah tua.

Si Jonet, “Pak, kog blendernya udah tua gitu? Padahal dengan blender terbaru kan bisa lebih efisien, keuntungan bisa lebih besar.”

Kata Ibu, “Iya, ini kami baru nabung untuk bisa beli alatnya. Soalnya si bapak ngga mau ada hutang nak.”

Si Jonet, “Lho tapi kan apa ngga jadi lama bu? Kalo hutang dulu kan ibu bisa dapat blendernya, terus karena bisa punya keuntungan lebih ibu jadi bisa bayar cicilannya? Kan lebih enak bu.”

Alhasil, bapak dan ibu tua tadi pun mau nyicil blender.

Main-main dengan masa depan, padahal…

Padahal tidak ada satu orang di dunia yang bisa tau masa depan secara pasti.

Jangankan 5 tahun kedepan, lha wong 1 detik kedepan saja kita ngga tau apa yang akan terjadi. Bisa saja tiba-tiba kita tersandung batu, patah tulang.

Atau 1 detik kedepan ternyata ada orang yang lempar batu dan mengenai kepala kita.

Atau ternyata, umur kita ngga sampai 1 detik lagi.

Jadi, pertanyaan saya, bisa kah dengan berhutang menjamin masa depan kita lebih cerah? Dengan berhutang, terus bisnis kita jadi lebih lancar dan menguntungkan? Dengan berhutang, kehidupan rumah tangga jadi lebih harmonis?

NGGA BISA JON!

Hutang KPR untuk beli rumah, gimana kalau ternyata 1 bulan kedepan kita dipecat dari perusahaan. Eh, ini kejadian lho ya pada masa pandemi Covid ini. Puluhan ribu karyawan kena PHK. Mulai dari yang tidak ada jabatan hingga yang punya jabatan.

Alhasil, banyak orang teriak tidak bisa bayar hutang.

Fakta pahit soal bisnis.

Hutang untuk modal bisnis, bayangkan deh bagaimana kalau ternyata bisnis yang kita jalankan ternyata merugi? Eh jangan salah, ini kejadian juga. Bahkan faktanya 90% bisnis akan merugi dan bangkrut.

  • 20% bisnis akan tutup di tahun pertama,
  • 34% bisnis akan tutup di tahun kedua,
  • 50% bisnis bisa bertahan hingga tahun ke-5,
  • 82% bisnis bangkrut karena masalah cash-flow.

9 dari 10 bisnis ditakdirkan untuk gagal 😁. Ini kata survey ya…

Jadi bayangkan, bagaimana rasanya kalau kamu sudah berhutang untuk modal usaha lalu tiba-tiba kamu bangkrut? Kamu masuk ke 20% bisnis diatas, yang tidak bertahan pada tahun pertama.

Atau yang bisa selamat hingga tahun ke-3 dan bangkrut pada tahun ke-4?

Berapa banyak hutang yang harus kamu tanggung, dan seandainya kamu mati, bayangkan berapa banyak hutang yang harus ditanggung oleh istri dan anak-anakmu?

Ngga mikir sampe segitu ya Jon?

Lah gimana sih kamu El, kog ngajarin pesimis? Optimis donk!

Eh, jangan salah. Kita ini sama-sama optimis kog.

Cuma beda pandangan aja…

Yang satu optimis dengan hutang bisa membawa kebahagiaan, yang satu lagi optimis kalau hanya Allah yang bisa memberikan kebahagiaan.

Ini contoh real yah!

Kang Dewa Eka Prayoga, dari minus 7M, bisa jadi milyader sekarang dengan bisnis dimana-mana tanpa hutang tuh.

Mas Saptuari Sugiharto, bisa sukses dengan bisnisnya tanpa hutang, bahkan dia jadi aktivis anti riba sekarang.

Dan saya sendiri, biarpun masih cupu, tapi saya dan istri bisa tinggal dirumah sendiri tanpa hutang setelah 1 tahun bertaubat dari riba. Lalu, 1 tahun kemudian saya dan istri bisa punya uang untuk beli rumah lagi secara cash, yang meskipun uang itu tidak kami belikan rumah. 🤭

Jadi, sebetulnya saya ini optimis kalau tanpa hutang riba, Allah Yang Maha Kaya akan memberikan rejeki-Nya lewat jalan yang tidak pernah kita duga sama sekali.

Lebih indah, lebih kaget, lebih bersyukur!

Saya udah terlanjur hutang riba nih! Gimana donk? Ini tips lunas hutang riba.

Seriusan, tanpa riba itu beban pikiran jadi enteng banget.

Ngga seperti dikejar setan setiap bulannya.

Dan seperti yang saya sampaikan diatas, tidak ada orang yang tidak pernah berbuat salah. Jadi kalau kamu merasa salah sudah pernah mengambil uang riba, maka bukan berarti hal itu tidak bisa diperbaiki.

Allah itu Maha Pemaaf, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pengampun.

Dan kalau kita benar-benar ingin terbebas dari hutang riba, Allah bisa dengan sangat mudah memberikan solusi dan membuat kita bisa melunasi segala hutang riba berapapun banyaknya.

Enteng bagi Allah…

😭 Tips no.1, Tobat dulu kalau kamu ingin bisa melunasi semua hutang.

Riba itu salah ya!

Mau dibolak-balik sampai ujung duniapun riba itu salah.

Jadi tips pertama kalau kamu ingin melunasi hutang adalah dengan minta ampun dulu. Mengaku salah, tobat!

Contoh sederhananya gini deh…

… ada 2 orang karyawan yang berbuat kesalahan yang sama pada sebuah perusahaan.

Karyawan A mengaku salah ke atasan dan berjanji tidak akan mengulangi, sedangkan yang B, dia bersikeras kalau dia itu ngga salah dengan alasan ini itu.

Bagaimana menurutmu?

Jelas yang karyawan A bisa jadi akan dibimbing untuk jadi lebih pintar lagi, agar keputusan yang diambil tidak membuat kerugian bagi perusahaan lagi. Meskipun, efek sampingnya dia tetap diberi hukuman atas kesalahannya itu. Wajar…

Karyawan B, yang ngeyel, tentu si bos akan makin marah. Hasilnya karir akan terhambat dan hasil kerja akan selalu disalahkan terus. Lama-lama bisa jadi si karyawan B tidak betah dan keluar dari perusahaan atau justru malah dipecat.

Wajar…

… itu baru hubugan sesama manusia lho ya. Padahal Allah itu Maha Segala-galanya.

Nah, sama juga begitu hubungan kita dengan Allah.

Kalau kita minta ampun atas kesalahan kita yang sudah berani berhutang riba, dan berjanji tidak akan mengulangi pasti kita akan jadi lebih pintar. Kita akan dibimbing untuk bisa melunasi segala kesalahan yang pernah kita perbuat.

Meskipun hukumannya ada, kita bakal pusing, bakal deg-degan, bakal hopeless…

Tapi justru itulah yang bener!

Karena saat kita hopeless, harusnya kita menggantungkan segala harapan kita ke Allah.

Jadi tips lunas hutang yang pertama adalah minta ampunan dulu. 🔥🔥🔥 👍

📑 Tips no. 2, Pakai tabungan untuk melunasi hutang.

Yes, setuju tabungan itu penting. Apalagi soal tabungan darurat atau tabungan pendidikan anak.

Tapi kalau kepala panas setiap bulan gara-gara tagihan cicilan, rasanya bohong deh kalau kita bisa menyisihkan uang untuk menabung.

Menabung paling nikmat dilakukan kalau kita tidak punya beban finansial apapun.

Jadi, kalau kamu punya tabungan, ada baiknya kamu cairkan dulu sebagian besar uang tabungan untuk melunasi hutang.

🚗💍 Tips no. 3, Jual semua aset yang tidak mengganggu kehidupan.

Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses pelunasan hutang.

Jual semua aset yang kamu punya, tapi garis bawahnya adalah, pada saat aset itu dijual kehidupan tidak menjadi berantakan.

Misalnya, kalau kamu supir Gojek, ya jangan jual motor, nanti malah ngga bisa narik pelanggan.

Kalau kamu adalah seorang desainer, ya jangan jual komputer, karena nanti kamu malah ngga bisa kerja.

Jadi kalau kamu punya mobil dan motor, jual mobil agar bisa dapat uang tunai untuk melunasi hutang. Kalau kamu punya rumah, jual rumah dan kontrak selama beberapa tahun menggunakan uang hasil jual rumah dan sisanya bisa kamu bayarkan untuk melunasi hutang.

Perhiasan juga bisa kamu jual, karena kita ngga akan mati kalau tidak punya perhiasan.

Apa lagi?

Deposito, cairkan untuk bayar hutang. Ingat, deposito itu juga riba, jangan memelihara riba.

🤏 Tips no. 4, Bayar dari yang terkecil dan yang bukan lembaga.

Maksudnya gini, hutang bukan lembaga itu adalah hutang yang kita pinjam dari pribadi. Bukan koperasi atau bank.

Hutang pribadi itu bisa dari teman, saudara, atau rentenir (eh, rentenir itu biasanya perseorangan ya).

Nah, hutang pribadi itu meskipun tidak termasuk riba tapi akan membuat panas pada kepala juga (tapi kalo pinjam di rentenir tetap aja riba).

Biasanya hutang pribadi itu nominalnya kecil, tapi tersebar dimana-mana. Nah, kalau kita ditagih oleh 100 orang pasti rasanya lebih pusing daripada ditagih 1 orang tapi nominalnya besar.

Ya kan?

Makanya, hutang yang kecil-kecil itu kita mesti lunasi dulu sebelum masuk ke hutang yang besar-besar nominalnya.

Biarin aja dulu hutang bank kita buat macet. Dendanya ngga akan bengkak kog, paling segitu-gitu aja.

Nambah memang, tapi masih bisalah…

Bagaimana dengan kartu kredit? Bunga kartu kredit kan besar banget!?

Sabar.. 😉

🥺 Tips no. 5, Lobbying ke pihak bank untuk mendapatkan diskon.

Lucunya, kalau kita punya pinjaman di bank dan kita ingin melunasi hutang tersebut secara cash, kita malah bisa dapat diskon.

Apalagi kalau kita sudah lama macet.

Jadi tips ke 4 adalah buat macet hutang bank dan bayar dulu hutang pribadi. Nah tips ke 5 adalah minta keringanan ke pihak bank untuk melunasi hutang.

Ini beneran kejadian sama saya pribadi.

Waktu itu saya punya kartu kredit bank A** (sekarang udah diambil alih ke bank D**). Saya punya hutang di kartu kredit untuk usaha, yang akhirnya saya buat macet selama 2 tahun.

Sama sekali tidak ada pembayaran, blas!

Macet…cet…cet..

Tiap hari dapet telpon dari depkolektor, mulai dari yang bahasanya sopan sampe yang bahasa sampah keluar semua.

Ya gimana, emang ngga ada uang lagi untuk bayar hutang.

Akhirnya pada suatu hari, saya lobby tuh bank dengan niat mau membayar semua tagihan. Tapi minta tolong di bekukan nilai pinjaman agar tidak makin berbunga lagi.

Dan bisa! Akhirnya tidak ada bunga denda lagi dari pihak bank.

Beberapa waktu kemudian saya punya uang cukup, tapi saya lobby lagi ke pihak bank, tanya kalau saya mau melunasi semua apa saya bisa dapat diskon?

Bisa lagi! Ngga tanggung-tanggung diskonnya sampai 50% dari total pinjaman.

Wuih! Gede banget itu lho!

Tanpa pikir panjang, langsung bayar dan langsung lunas seketika hutang kartu kredit saya.

💪 Tips no.6, Cari kerja tambahan untuk dapat penghasilan tambahan.

Apapun itu, coba cari kerja tambahan dimanapun.

Dan sebisa mungkin hindari dulu yang namanya membuka bisnis baru dengan tujuan bayar hutang!

NO, NO, NO. Bisnis baru tidak akan bisa untuk membayar hutang.

Cari uang fresh, uang segar dengan cara bekerja pada orang lain.

Gaji sudah jelas nilainya, dan bisa kamu gunakan sebagai tambahan untuk bayar hutang atau kamu gunakan untuk bertahan hidup.

Kita bisa bebas bagi waktu, pagi hari kita kerja dengan orang lain dan malam hari kita konsentrasi ke bisnis yang sudah ada, atau dibalik, pagi hari kita fokus ke bisnis dan malamnya kita jadi freelance.

Yang pasti kita akan perlu uang segar untuk bisa bertahan hidup.

Ingat! Targetnya adalah bisa bertahan hidup dulu, meskipun dengan biaya yang sangat minimal.

👼 Tips no. 7, Berdoa, berdoa, berdoa.

Yes, tidak ada kombinasi yang paling dahsyat selain bertobat, bekerja, dan berdoa.

Setelah tobat kamu lakukan dan berjanji tidak akan mengulangi, dan kamu berusaha untuk melunasi segala bentuk hutang dengan cara apapun, maka tips no.7 adalah dengan berdoa, meminta petunjuk, meminta tuntunan.

Kamu bisa solat tahajud, solat dhuha, perbanyak zakat, perbanyak infaq, dll.

Hasilnya, kamu ngga akan nyangka. Indah banget. Kaget banget.

Kesimpulan, kita bisa terbebas dari hutang dan riba.

Saya tau melunasi hutang itu ngga gampang. Bahkan berat banget rasanya.

Tapi mau hutang sebesar apapun, kita masih bisa kog melunasinya asal kita bertobat dulu kemudian hajar tuh hutang sekuat tenaga.

Pasti lunas.

Kita bisa kog berbisnis tanpa hutang sama sekali. Bisa banget malah!

Kita bisa kog punya rumah cash tanpa cicilan, bisa banget!

Mau punya mobil, punya motor? Tanpa harus nyicil, bisa!

Bisa, bisa dan bisa!

Yang penting, jangan mengejar uang, karena sifat uang itu seperti ayam.

14 Komentar
  1. Farhan

    Terimakasih atas sharing konten2nya seputar masalah hutangn & riba Ka Eldo, saya selalu dapat wawasan baru dari setiap sharignya… btw saya mau request sharing seputar ikhtiar/usaha yang ditempuh oleh Ka Eldo utk bebas dari riba di konten berikutnya yaa kalo boleh… thankss 😁

    Balas
    • Eldo A Pradana

      Tips nomor 1 sampai no 7 itu ikhtiar yang saya tempuh mas Farhan.

      Saya pikir waktu itu ngga ada lagi solusi, tapi ternyata Allah berkehendak lain dan kasih solusi yang ngga terduga duga.

      Jadi ya… Itu pengalaman saya mas 😊

      Balas
  2. Mario

    Terima kasih, pikiran saya terbuka dan tercerahkn
    Saya ada rencana utk mengajulan KPR
    Dan cicil sana sini
    Saya rasa mungkin lbh baik saya urungkan

    Balas
    • Eldo A Pradana

      Masya allah, saya bilang lebih baik ngontrak seumur hidup daripada punya rumah hasil dari riba.

      Panas mas Mario.

      Rejeki serasa ngga berkah gitu, cepet banget keluarnya, susah banget masuknya.

      Dan percaya deh, ternyata bisa kog beli rumah tanpa harus riba. Yang penting niat, berdoa, usaha, berdoa. 🔥🔥💪

      Balas
  3. Deshy

    Assalamualaikum,bang sy seoarang istri dg 2 anak yg sdh resign kerja yg kerja hanya suami dg upah umk Surabaya,uang pisah dan jamsostek sy sdh habis untuk bayar bbrp pinjol,dan hutang pribadi,tp masih ada pinjol ilegal dan legal yg blm kebayar,ada kk,ada cicilan rumah juga,saat ini sy mau bantu kerja kendala putra yg 2th tdk ada yg jaga,dan tidak ada biaya buat sewa baby sitter,dan sy tdk ada motor,sy sering depresi,dan bingung harus apa dan bagaimana dulu,uang blnja dari suami 2jt,blm akhir bln sdh minus,krn sebagian buat byr hutang pribadi bulan sebelumnya,mohon arahannya

    Balas
    • Eldo A Pradana

      Saya ngga bisa kasih solusi ya mbak Desi, karena solusi terbaik itu hanya datang dari Allah.

      Cuma saya ada beberapa saran sih.

      1. Solat tobat dulu, minta ampun dan mengaku salah.
      2. Lihat, cek, dan perhatikan itu kenapa kog bisa ngutang sebanyak itu? Awal mulanya bagaimana? Apakah hutang untuk usaha atau untuk makan?
      3. Jual barang berharga untuk lunas hutang. Jual aja apa yang kira kira bisa dijual dan tidak membuat hidup berantakan.
      4. Ngga perlu memaksakan untuk cari tambahan, hakikatnya istri itu dirumah kog. Kecuali ada ridha dari suami untuk istri bekerja. Doakan suami dengan ikhlas, jaga dan didik anak anak biar jadi anak yang soleh itu jauh lebih baik dari bekerja. Lagian disitulah letak surga wanita.
      5. Perbanyak tahajud, puasa dan zakat.

      Semoga segera lunas itu pinjol (rentenir modern)

      Balas
  4. Efi

    Masya Allah
    Sy baca ni nangis, krn mang skrg sy mengalaminya, cukup hanya Allah SWT dijadikan sandaran.

    Balas
    • Eldo A Pradana

      Semoga Allah kuatkan mbak Efi dalam melunasi segala hutang hutang yang ada.

      Balas
  5. Isye

    Sangat bermanfaat sekali, semoga saya dan suami bisa melunasi utang juga. Aamiin

    Balas
    • Eldo A Pradana

      Aamiin allahumma aamiin. Semoga segera lunas hutang dan mbak Isye bisa turut mengingatkan orang lain di lingkungan mbak Isye untuk menghindari riba 👍😁

      Balas
    • Abdul hafid

      Abdul hafid di 5 april 2021 pada 21:13
      Begitu terharu seperti cerita saya sendiri yg sdg bingung ti tagih utang oleh pihak bank semoga menjadi solusi di kedepannya aamiin

      Balas
      • Eldo A Pradana

        Aamiin, semoga bisa segera diberi solusi oleh Allah mas Abdul. Insya’allah lebih tenang tanpa riba mas

        Balas
  6. Adriani

    Terima kasih sangat bermanfaat sekali..khususnya bagi saya..memang terjebak riba bikin tertekan..bikin hidup tidak tenang..yg paling menyedihkan anak2 ikut merasakan dampaknya..mereka sangat kesal,takut..karena ada penagih yg datang silih berganti..apalagi efek pandemi sekarang yg berpengaruh pada kerjaan suami..sehingga tidak ada pemasukan untuk membayar tagihan2 tsb..
    Saya hanya bisa memasrahkan semuanya pada Allah..

    Balas
    • Eldo A Pradana

      Yang saya sedih waktu dulu terkena riba adalah : Saya punya uang, tapi ngga bisa beli susu untuk anak, ngga bisa kasih makan istri dengan layak.

      Uangnya kemana?

      Untuk bayar utang bank… 😓

      Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uppsi... 🤭, ngga error kog! Tapi maaf nih sementara ini website hanya dioptimasi untuk pengguna smartphone.

So, gunakan hapemu untuk membuka website ini 😉