Saya harap kamu bisa menikmati tulisan ini. Jangan lupa berikan komentar kamu di akhir halaman ini dan share juga ke media sosial 😉.

Gara-gara Konsep Uang yang Salah, Ini 7 Alasan Kamu Ngga Bahagia Karena Uang.

Ringkasan
Uang yang banyak tidak bisa membuat kita bahagia. Benarkah begitu? Atau jangan-jangan justru akibat ulah kita sendirilah uang jadi tidak bisa membuat kita bahagia. Keep reading...

We all love money!

Uang bisa membuat kita bahagia, itulah konsep uang yang diajarkan dari kita kecil hingga dewasa sekarang ini.

Kata kunci cara mendapatkan uang di Google dicari sebanyak 22.700 kali tiap bulan.

Artinya, banyak banget orang yang ingin mendapatkan uang lebih banyak saat ini.

Bahkan…

Kita rela bekerja siang malam untuk mencari uang, ada juga orang yang bekerja hampir 20 jam sehari demi alasan mendapatkan uang.

Tapi apakah dengan memiliki banyak uang bisa memberikan kebahagiaan bagi hidup kita?

Sebenarnya apa sih yang kita cari dalam hidup itu?

Uang atau kebahagiaan?

Sekolah tidak pernah mengajarkan konsep uang yang benar.

konsep uang tidak pernah diajarkan disekolah.

Ini miris banget sih menurut saya..

Kita sekolah mulai dari SD hingga perguruan tinggi, mulai dari umur 7 tahun hingga lulus pada umur 22 tahun (durasi sekolah yang normal ya..).

Tapi pernah kah kita diajarkan konsep uang sekali aja?

Ngga pernah!

Dari SD kita diajarin Matematika, Bahasa Indonesia, Agama, PKN, IPA, IPS.

Naik ke SMP, mata pelajaran IPA jadi bercabang. Ada fisika dan biologi.

Naik ke SMA, mapel IPA tambah ada kimia. IPS bercabang ada Sejarah, Geografi, dan Sosiologi.

Pergi ke kuliah… Yang ada adalah mata pelajaran profesi. Kamu mau jadi apa besok profesinya, ya itu yang kamu pelajari.

Ngga ada yang mengajarkan kita tentang konsep uang yang benar sekalipun.

Sehingga konsep uang yang kita dapatkan saat ini itu adalah konsep uang yang dibentuk oleh sebagian kecil orang pada jaman dulu, berhasil mengakar di otak kita.

Plus…

Ditambah…

Apa yang kita lihat sekarang ini, seperti sosial media.

2 hal itu punya pengaruh besar ke otak kita dalam memahami konsep uang. Terjadilah pembenaran konsep.

Ngga ada yang salah dengan ini, well mau dikata apa lagi?

Uang itu seperti ayam, Goblok Dungu dan Bodoh.

Ups… sorri mom!

Tapi gimana lagi, saya ngga bisa nahan emosi saya terhadap uang. Mau dijelek-jelekin tapi kog duit…

Ngga dijelek-jelekin tapi kog nyebelin…

Ngga punya duit kog ya susah, punya duit emang bisa jadi jaminan ngga susah? 🤣🤣🤣

Jadi, kalo menurut saya pribadi nih..

Uang itu punya sifat seperti ayam, memang enak kalo dimakan. Apalagi kalo udah jadi sate, opor, ayam kremes, ayam geprek, dll.

Tapi kalo masih hidup, ayam itu tapi jorok, kotor, ngga pernah kenyang dan bodoh.

Bayangkan, pernah kah kamu sedang asyik-asyiknya naik motor lalu melewati ayam yang baru makan dengan asyiknya?

Apa yang ayam itu tiba-tiba lakukan?

MENABRAKKAN DIRI! 🤣

Bukannya lari menjauh, tapi malah lari ketengah jalan. Sambil panik, seakan-akan dia berbicara, “Tabrak aku!!!!”.

Kan oon ya!

Ayam itu juga rakusnya minta ampun. Pernah ngga lihat ayam berhenti matuk-matuk tanah?

Ngga pernah kan?

12 jam dia bangun, kerjanya ya cuma matuk-matuk dan mengais-ngais tanah.

Lempar beras sampe 1 karung juga bakal dimakan terus itu sama si ayam.

Makan, eek, makan, eek, makan, eek… gitu aja terus seharian.

Sama seperti duit, sama seperti uang!

Gampang masuk, gampang keluar.

7 Konsep uang yang salah yang kita pahami sebagai kebenaran selama ini.

Sumber inspirasi konsep uang yang saya pahami ini adalah Quran dan Hadis ya.

Salah satu ayat dalam Quran yang menjelaskan tentang uang:

Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan hiburan, kemegahan dan ajang saling berbangga di antara kamu, berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan. Diumpamakan bagai hujan, tanam-tanaman yang tumbuh menakjubkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi layu dan kau lihat menjadi kuning lalu kering dan rontok. Tetapi di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya bagi yang beriman. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang penuh tipu daya

(QS Al-Hadid/57:20)

Quran sudah menjelaskan, tapi apa yang kita lakukan?

Konsep uang apa yang mendarah daging di kita?

1. Uang itu dicari karena ngga akan datang sendiri, alias kalo kamu ngga mengejar uang maka kamu ngga akan kebagian uang.

Ingat dengan kata pembuka yang saya tulis?

Keyword “cara mendapatkan uang” dicari sebanyak 22.700 kali di Google oleh masyarakat Indonesia setiap bulan.

”Merugilah budak dinar, dirham, dan qathifah (pakaian). Jika diberi ia ridha, jika tidak diberi ia tidak ridha.”

(HR Bukhari dari Abu Hurairah).

Saya katakan sekali lagi, uang itu dungu seperti ayam.

Pertanyaan saya untuk diri saya sendiri, “Eldo, kalo kamu mau menangkap ayam dilapangan bola caranya dikejar atau pasang perangkap?”

Bisa bayangin kan ya?

Kalo kita mengejar ayam dilapangan yang luas, maka yang terjadi adalah kita bakal ngos-ngosan, capek. Si ayam mah habis lari ya dia cari makan lagi.

Lha kita?

Belum lagi babak belur karena jatuh dan tersandung waktu ngejar si ayam 😅.

Artinya, cara terbaik nangkap ayam di lapangan yang luas adalah dengan memasang perangkap.

Setuju?

Nah, mencari uang didunia sama seperti menangkap ayam di lapangan.

Luas dan melelahkan.

Jadi kalo kita bertanya, bagaimana cara mendapatkan uang yang menyenangkan?

“Berdoalah kepadaku niscaya aku kabulkan untukmu”

(QS Al-Mukmin : 60)

Terjawab?

Mau tambahan lagi? Banyak nih… 🤭

Barangsiapa yang mengangankan sesuatu (kepada Allah), maka perbanyaklah angan-angan tersebut. Karena ia sedang meminta kepada Allah Azza wa Jalla

HR. Ibnu Hibban no. 889, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no. 437

Sisanya, silahkan kamu baca aja sendiri di rangkuman artikel berjudul Mintalah Kepada Allah Sampai Perkara Remeh Sekalipun

2. Uang itu sumber kebahagiaan.

uang sumber kebahagiaan - Gara-gara Konsep Uang yang Salah, Ini 7 Alasan Kamu Ngga Bahagia Karena Uang. - 2
Uang sebagai sumber kebahagiaan

Kita perlu hati-hati sih dalam memahami konsep yang satu ini.

Ada sebuah studi ilmiah yang menunjukkan kalau semakin kita banyak uang, maka kita tidak akan semakin bahagia.

Bahkan, bisa jadi uang bisa mendatangkan kesulitan bagi kita.

Hal ini terjadi di negara yang paling kaya diabad 21, Amerika. Semakin kaya mereka semakin berkurang rasa senang terhadap kehidupan.

Kenyataannya, kebanyakan dari kita memiliki pola pikir yang salah.

Semakin banyak uang yang kita miliki maka kita akan merasa memiliki status yang lebih tinggi daripada orang lain sekitar kita.

Dan karena kita berpikir status kita lebih tinggi, maka kita akan mulai untuk memisahkan diri.

Pada saat kita mulai memisahkan diri secara sosial maka pada saat itulah kita akan mulai tidak bahagia karena adanya uang yang banyak.

Kita akan cenderung melihat keatas, tapi kurang melihat kebawah.

Gampangnya, kita akan cenderung tidak bersyukur.

Padahal dulu, waktu kita sedang kere-kerenya, saat sedang miskin-miskinnya, setiap dapat uang sepuluh ribu aja kita bersyukur bukan main.

Maka ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.

(Q.S Al-Baqarah: 152)

Makin bersyukur kita, makin dekat Allah pada kita.

Makin bersyukur kita, makin ditambah nikmat kita.

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur)

(Q.S Ad-Dhuha: 11)

3. Dengan uang kita bisa menyelesaikan setiap masalah dunia.

Memang benar uang bisa menyelesaikan semua masalah.

Misalnya:

  • Mau masuk PNS? Uang menyelesaikan masalah.
  • Mau dapat proyekan besar? Uang menyelesaikan masalah.
  • Mau dapat SIM mudah? Uang menyelesaikan masalah.

Nah… mau apa lagi coba?

Hahaha..

Bercanda tapi kenyataan. 🤣

Kalo kita menyelesaikan masalah seperti contoh diatas dengan uang justru malah kita akan membuat lubang untuk diri sendiri.

Gaji yang harusnya halal, gara-gara suap eh malah jadi gaji haram.

Keuntungan proyek yang harusnya tadi halal, eh gara-gara suap kita malah jadi dapat duit haram.

Yang harusnya kita bisa berkendara dengan nyaman kalau punya SIM, eh gara-gara suap malah kita banyak kecelakaan setelah punya SIM.

Lha kan malah susah ya..

Harusnya menyelesaikan masalah, tapi ini kog malah dapat banyak masalah?

4. Kalau begitu, uang yang banyak akan mendatangkan kesengsaraan.

Nah ini yang saya bilang kita perlu hati-hati.

Uang memang bisa menjadikan kita kaya secara materi, tapi belum tentu bisa menjadikan kita kaya hati.

Nah lo, susah kan?

Maksud saya, uang itu bagikan pedang bermata 2. Salah konsep kita bisa sengsara, tapi kalo konsep tentang uang yang kita pegang itu benar maka uang bisa kog mendatangkan kebahagiaan.

Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, padahal tidak ada seseorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kesenangan (yang sempurna).

(Q.S Al-Lail: 17-21)

Catet… kesenangan yang sempurna.

Kesenangan akhirat dan kesenangan duniawi. Terserah Allah akan memberikan kesenangan yang bentuknya seperti apa ke kita, yang jelas jaminannya adalah kita pasti senang.

Tapi kalo kita sudah memegang konsep yang salah tentang uang, pasti kita akan dibuat sengsara oleh uang.

Mau coba?

5. Kata orang dulu, jangan jadi orang kaya nanti ….

Ya itu, kalo dulu saya sering dengar kata-kata seperti

  • Jangan jadi orang kaya, nanti takabur.
  • Jangan jadi orang kaya, harta ngga akan dibawa mati.
  • Jangan jadi orang kaya, nanti malah kikir.

Dsb, dsb…

Padahal, Islam justru mengajarkan kita untuk jadi orang yang kaya lho!

Beneran, kaya secara materiil. Kaya secara duit!

Tidak sedikit umat Islam yang menyakini bahwa Rasulullah lebih mengajarkan hidup miskin, meninggalkan kemewahan dunia daripada hidup kaya dan sejahtera.

Ironisnya, pemikiran dan doktrin seperti ini hadirkan keterpurukan Islam dan umat islam secara ekonomi dan politik. Di antaranya, separuh umat Islam adalah golongan fakir miskin, meracuni tekad dan etos kerja umat Islam dengan zuhud palsu.

Bahkan, tidak sedikit para pegiat dakwah justru menganjurkan membenci dunia dan menentang seruan Islam untuk bangkit secara ekonomi dan politik.

Nasib islam digambarkan hanya bisa pasrah pada takdir dan keadaan.

Deskripsi pendek buku berjudul HARTA NABI karangan Dr. Abdul Fattah As-Samman

Tau ngga kekayaan Rasulullah itu :

  1. Dari hasil usaha total kekayaan 1.217 kg emas,
  2. Infaq Rasulullah 1.251 kg emas,
  3. Wakaf 15 bidang tanah masing-masing nilainya 25 kg emas = 375 kg emas,
  4. Belum lagi pengembangan investasi harta setelah wafat.

1 buku dengan ratusan halaman khusus membahas tentang harta Nabi Muhammad, mulai dari kekayaannya hingga cara beliau mendapatkannnya.

Bagaimana infaqnya dan pengembangan investasinya.

Penasaran?

Baca buku berjudul Harta Nabi karangan Dr. Abdul Fattah As-Samman

Oh ya, belum lagi harta kekayaan sahabat Nabi ya yang semuanya super duper kaya raya!

Weeeihhh.. malah jadi lebay 😑.

6. Kalo ngga hutang, ngga akan bisa kebeli.

1 kata…

Astaghfirullah

Tau ngga sih, hutang bank itu riba. Dan riba adalah sumber kehancuran.

Sekarang saya balik bertanya deh…

Situ percaya sama Allah? Percaya ngga kalo Allah itu Maha Kaya?

Pasti jawabannya..

“Ya percaya sih… tapi kan…”

Tapi kan, tapi kan…

Kawanku, saudaraku… Saya ceritakan pengalaman pribadi saya ya sehingga ini bisa jadi pengingat pribadi saya lagi.

Dulu, pas suka-sukanya mainan riba. Saya ngga punya rumah, motor kredit, usaha pake hutang bank.

Habis itu yang terjadi apa? Semua diluar ekspektasi, usaha saya hancur ngga karuan. Hutang bank ratusan juta, hampir setengah milyar.

Kartu kredit telpon setiap hari.

Pada saat saya bertaubat dari riba, dan berjanji ngga akan mengulangi lagi. Kapok setengah mati lah sama riba, apa yang terjadi?

Dalam 1 tahun bisnis saya merangkak naik…

Dalam 1 tahun saya dan istri bisa punya rumah cash, ngga pake hutang.

Dalam tahun ke 2 saya punya uang yang bisa digunakan untuk beli rumah cash lagi (meskipun ngga saya pakai buat beli rumah sih, heheh).

Saat pandemi, saya dan istri damai bukan main biarpun uang pas-pasan karena order sepi. Tapi kami ngga punya tagihan utang.

Ngga pusing setiap bulan!

Alhamdulillah, nikmat banget kan? Banget!

7. Makin banyak nabung, makin untung.

konsep uang digital bitcoin
konsep uang digital, emang ada ya fisiknya?

Kata siapaaaaaaaa?

Inilah gara-gara dulu waktu kecil suka dengerin lagu Titik Puspa,

“Bang..bing..bung… yok, kita ke bank. Bang..bing..bung… yok kita nabung. Bang..bing..bung… hei jangan dihitung. Tau-tau kita nanti dapat untung.”

Mehhh!

Tau kah kamu kalau itu adalah kampanye dari bank untuk mencuci otak kita agar kita suka menabung?

Biar apa?

Biar bank punya modal yang bisa diputar jadi pinjaman. Dan dari pinjaman itu bank bisa dapat bunga.

Daaan…

… dari bunga itu bank bisa makin kaya, makin sugih. Titik.

Bagi kita yang suka nabung? Malah buntung!

Lha kog bisa?

Bayangkan deh, misal kita pakai hitung-hitungan riba aja. Kalo kita nabung di bank, paling bunga yang didapat itu 1% pertahun. Kalo kita deposito, bunga yang didapat paling banyak 4% pertahun. Kalo deposito di bank rentenir bunga bisa dapat 6% pertahun.

Lha inflasi negara kagak dihitung?

Inflasi rata-rata Indonesia dalam 10 tahun terakhir adalah 4,23%

Artinya, bagi kamu yang nabung dan deposito di bank konvensional, udah pasti rugi!

Kalo kamu depostio di bank rentenir, lumayan lah ada untung 1,7%.

Sekarang saya tanya lagi ya..

Usaha apa yang memberikan tingkat keuntungan 1,7% pertahun? Siapa yang mau? Lha kog ada yang mau cuma dapat keuntungan 1,7% pertahun?

Ini per tahun lho ya. Lama banget itu lho.

Bagaimana dengan Bank?

Dijelaskan sebagai berikut, Joko menyimpan uang sebesar Rp 1.000.000 di Bank BCI. Bank BCI wajib menyimpan (reserve) 20% dari uang Rp.1.000.000 yaitu sebesar Rp 200.000. Sedangkan sisanya yang Rp 800.000 dipinjamkan ke Parodi. Parodi menggunakan uang ini untuk membayar perabot yang dibeli dari Toko Furniture. Toko furniture kemudian menyimpan Rp 800.000 ke Bank BRA. Bank BRA harus menyimpan Rp 160.000, dan boleh meminjamkan selebihnya yaitu sebesar Rp 640.000 kepada orang lain. Demikianlah uang (riba) itu berputar dari bank ke bank dan setiap orang.

Perhatikan tabel di bawah ini untuk menggambarkan hal tersebut:

Konsep menabung yang banyak disuarakan kalau menabung itu pangkal kaya
Konsep menabung yang banyak disuarakan kalau menabung itu pangkal kaya.

Untung yang didapat bank adalah 400%. Dan itu adalah usaha dari muter duit doank, bukan uang pribadi Bank.

Penjelasan ini bisa kamu baca lebih lanjut di pembahasan tentang uang fiat.

Setelah dipikir-pikir, kog saya mau ya nabung di bank? 🤔

Kesimpulan tentang konsep uang, ternyata uang itu….

Uang itu riba!

Tapi kita ngga bisa apa-apa lagi, karena mau tidak mau kita harus mengikuti sistem yang sudah berjalan di dunia.

Bank Sentral, Bank Negara, sistem negara, sistem uang kertas, uang digital, dll.

Kecuali ada yang bisa mendobrak sistem ini dan mengembalikan ke sistem dinar dan dirham.

Dimana 1 dinar nilainya adalah uang emas murni yang memiliki berat 1 mitsqal atau setara dengan 1/7 troy ounce yang berpedoman pada Open Mithqal Standard (OMS).

Dan 1 dirham nilainya adalah 1/10 troy ounce perak.

Sama nilai tukarnya meskipun jika uang itu dilebur jadi bahan mentah.

Lha kalo uang kertas?

Uang kertas Rp 100.000 kalo dihapus tintanya, jadi kertas putih udah ngga ada harganya. Uang $100, kalo dilebur ya cuma jadi pupuk. Beda dengan sistem dinar dan dirham, dilebur atau ngga ya nilai tukarnya tetap.

Jadi karena uang kertas dan logam sekarang ini tu sumbernya sudah riba, maka sebetulnya dengan memiliki banyak uang kita lebih condong pada kesengsaraan.

Tapi, kalau kita punya pedoman teguh kepada Quran dan Hadis. Bukan ngga mungkin kalau uang yang banyak bisa memberikan kenikmatan dunia dan akhirat.

Dengan banyak uang kita bisa:

  1. Sedekah banyak-banyak,
  2. Bangun sekolah gratis,
  3. Buat rumah sakit gratis,
  4. Menyejahterakan banyak orang,
  5. Membangun ekonomi banyak orang dengan membuka lapangan kerja,
  6. Dan masih banyak lagi yang bisa kita lakukan dengan uang.

Lebih-lebih, Nabi kita dan sahabat adalah orang kaya raya. Artinya kita disuruh untuk menjadi orang yang kaya juga.

Setuju?

Tinggal kita yang memahami konsep uang itu seperti apa. Kalau konsep uang yang kita pahami itu benar seperti yang diajarkan oleh agama Islam, maka kehidupan bisa jadi menyenangkan.

Tapi kalau konsep uang yang kita pegang salah, maka bukan ngga mungkin kita malah akan terjerat permasalahan.

Dan kita juga ngga perlu sampai harus kerja siang malam kog demi mendapatkan uang. Kerja, berdoa, berdoa, berdoa.

Allahu’alam..

4 Komentar
  1. Frogx

    I love it Bg El 🤤

    Balas
    • Eldo A Pradana

      Yayyy.. Ada bang Frogxx 🎉😁

      Komenmu mencerahkan hariku bang 😆

      Balas
  2. Muhammad Andy Akbar

    Alhamdulillah ketemu postingan abang Eldo di ig dan di kasih link ini, saya jadi tau konsep uang yang sebenarnya itu seperti apa penjelasan lengkap bersama hadist dari Al-Qur’an, semoga abang dapat keberkahan, Terimakasih Banyak bang 🔥

    Balas
    • Eldo A Pradana

      Aamiin allahumma aamiin, semoga kita semua dapat keberkahannya 🤝

      Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uppsi... 🤭, ngga error kog! Tapi maaf nih sementara ini website hanya dioptimasi untuk pengguna smartphone.

So, gunakan hapemu untuk membuka website ini 😉