Saya harap kamu bisa menikmati tulisan ini. Jangan lupa berikan komentar kamu di akhir halaman ini dan share juga ke media sosial 😉.

Ingin Bangkit dari Keterpurukan? Imani Dulu Allah Secara Utuh. Ini Bukti Allah Itu Benar-Benar Ada

Ringkasan
Kalau kita bercerita soal bisnis yang tidak berkembang, kehidupan yang terasa sulit bahkan menderita, hutang yang tak kunjung lunas, dan sebagainya, maka sudah sewajarnya kita sebagai manusia bertanya. Kenapa? Apa yang salah dengan saya? Karena sebetulnya itu semua bersumber pada 1 jawaban saja kog. Yaitu persepsi. Jika persepsi yang otak kita bentuk adalah hal yang […]

Kalau kita bercerita soal bisnis yang tidak berkembang, kehidupan yang terasa sulit bahkan menderita, hutang yang tak kunjung lunas, dan sebagainya, maka sudah sewajarnya kita sebagai manusia bertanya.

Kenapa?

Apa yang salah dengan saya?

Karena sebetulnya itu semua bersumber pada 1 jawaban saja kog. Yaitu persepsi.

Jika persepsi yang otak kita bentuk adalah hal yang benar, maka kehidupan ini bisa menjadi sangat menyenangkan dan ringan.

Tapi, pada saat persepsi kita sebagai manusia itu salah, maka tak jarang kamu akan melihat orang yang sudi untuk melakukan korupsi, menjual diri, menipu, dll.

Demi apa?

Demi tidak mengalami kehidupan yang menderita.

Jadi, ingin bangkit dari keterpurukan? Bentuk dulu persepsi pemikiran yang benar.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri

Potongan QS Ar Ra’d (11)

Paham dengan fitrah manusia sebelum membentuk persepsi

Fitrah manusia itu ada 3:

  • Manusia akan selalu mencari sesuatu yang diagungkan
  • Manusia cenderung selalu mempertahankan diri
  • Manusia selalu ingin untuk berkembang biak

Ingat dengan cerita Nabi Ibrahim yang mencari sosok tuhan?

Dimulai pada saat Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dibuat bingung saat melihat masyrakat jahiliyah dan kedua orangtuanya yang menyembah patung berhala. Nabi Ibrahim yang dikarunia pemikiran cerdas langsung meyakini bahwa berhala itu bukanlah tuhan karena benda itu tidak bisa bergerak apalagi memberikan perlindungan pada manusia.

Lalu siapakah tuhan?

Proses ini tertuang dan diabadikan dalam Al-Quran surah Al An’am ayat 78 yang artinya:

Kemudian ketika dia melihat matahari terbit, dia berkata, “Inilah Tuhanku, ini lebih besar.” Tetapi ketika matahari terbenam, dia berkata, “Wahai kaumku! Sungguh, aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.”

QS Al-An’am (78)

Lalu apakah bulan? Bintang? Atau apa?

Seru kan kisah Nabi Ibrahim ini? 👍😁

Setelah melakukan perjalanan yang panjang dalam mencari tuhan, akhirnya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam tersadar bahwa tuhan yang memang benar-benar layak disembah adalah Allah semata.

Dan agar keyakinannya benar-benar teguh, Ibrahim pun meminta kepada Allah untuk memberikan bukti yang nyata.

Kisah ini juga diabadikan dalam Al-Quran surah Al Baqarah ayat 206 yang artinya:

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati”. Allah berfirman: “Belum yakinkah kamu?” Ibrahim menjawab: “Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: “(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): “Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera”. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

QS Al-Baqarah (206)

Artinya apa?

Nabi Ibrahim adalah manusia yang lahir di jaman jahiliyah dan tidak kenal dengan tuhan, tapi beliau sadar bahwa manusia itu akan selalu mencari tuhan. Sehingga Nabi Ibrahim melakukan perjalanan panjang untuk mencari tuhan yang sebenar-benarnya.

Ketemu?

Ketemu….

… tapi bagaimana dengan kelompok ateis? Mereka tidak percaya tuhan tuh!

Iya, tapi akan ada 1 hal yang akan mereka tuhankan (agungkan), mungkin bukan berhala yang diagungkan tapi bisa saja uang, materi, jabatan, kekasih, ideologi, dll.

Tidak akan lepas, karena sudah fitrah manusia untuk selalu mencari sesuatu yang diagungkan (dituhankan).

Membentuk persepsi yang benar soal kehidupan

Agar manusia bisa bangkit, maka harus ada perubahan mendasar dan menyeluruh soal pemikiran.

Pemikiran mengenai 3 hal :

  • Manusia,
  • Kehidupan,
  • dan alam semesta.

Lho.. kog jauh banget sampai ke alam semesta? Saya ini hanya ingin memperbaiki hidup saja.

Oh ya jelas…

… pertanyaannya, apakah ketiga hal di atas itu bisa saling dipisahkan? Ngga bisa kan?

Makanya pemikiran yang benar mengenai 3 hal itu akan menjadi landasan fundamental cara berpikir manusia yang benar.

Alasannya…

… pemikiran yang akan membentuk dan memperkuat persepsi terhadap segala sesuatu. Termasuk tingkah lakunya dalam kehidupan ini.

Persepsi itu adalah informasi yang kita terima sebelumnya dan membentuk pemahaman yang sekarang.

Contoh yang sederhana soal persepsi…

… akan berbeda lho tingkah laku kita sebagai manusia terhadap:

  • Orang yang kita cintai,
  • Orang yang kita benci,
  • dan orang yang sama sekali tidak kita kenal.

Kenapa bisa begitu?

Karena dengan orang yang kita cintai, informasi sebelumnya adalah menyenangkan, sehingga membentuk pemahaman kita saat ini kepada dia menjadi menyenangkan.

Sebaliknya dengan orang yang kita benci, informasi sebelumnya adalah menyedihkan, amarah, dll, sehingga membentuk pemahaman kita saat ini kepada dia menjadi benci.

Beda lagi dengan orang yang tidak kita kenal, karena kita belum memiliki informasi sebelumnya tentang orang tersebut, sehingga perlakuan kita akan biasa saja, netral.

Artinya, tingkah laku akan berkaitan erat dengan pemahaman yang dimiliki manusia. Dan pemahaman, erat hubungannya dengan cara berpikir.

Termasuk kamu, dan saya.

Pemecahan masalah, melepaskan diri dari keterpurukan

Dengan kita bisa mengurai problematika 3 hal diatas (manusia, kehidupan dan alam semesta) maka seluruh masalah akan terurai dengan sendirinya.

Kenapa?

Karena pada dasarnya, seluruh problematika yang ada pada kehidupan kamu dan saya itu adalah cabang dari problematika utama tadi.

Cuma cabang yang sangat-sangat kecil….

Tapi pemecahan masalah seperti apa yang benar?

Pemecahan yang:

  • Sesuai dengan fitrah manusia,
  • Memuaskan akal,
  • Memberi ketenangan hati.

Islam, telah menuntaskan problematika pokok (manusia, kehidupan dan alam semesta) dengan cara yang sesuai dengan fitrah manusia, memuaskan akal, dan memberi ketenangan hati.

Oke.. oke..

Bagaimana dengan masalah kehidupan yang kian sempit ini? Sehingga banyak manusia yang rela melakukan hal-hal negatif hanya demi memperbaiki ekonomi.

Sumber masalahnya hanya 1 kog.

Tidak mengenal Allah.

Titik.

Akibatnya, semua masalah didunia ini terasa sangat berat dan mencekik.

Bahkan tidak sedikit orang Islam yang ketika diminta untuk membuktikan keberadaan Allah sendiri saja tidak bisa. Dan dulu saya salah satunya.

Persepsi Islam tentang Tuhan

Segala sesuatu yang diciptakan pasti akan memiliki umur, serba terbatas, lemah, dan membutuhkan kepada yang lain.

Smartphone akan rusak, mobil punya masa pakai, motor, rumah, baju, dll, semua memiliki umur. Karena benda itu semua ada yang menciptakan, siapa? Manusia.

Begitu juga dengan manusia …

… manusia, akan mati. Manusia memiliki umur. Artinya manusia ada yang menciptakan.

Bagaimana dengan alam semesta?

Secara logika, adanya bintang yang bertabrakan, teori black hole, bintang muda, bintang tua, bintang mati, membuktikan bahwa alam semesta ini memiliki umur.

Artinya, ada yang menciptakan.

Inilah yang menjadi landasan Islam, yaitu akidah. Sebuah pemikiran logis yang menjelaskan adanya Sang Pencipta (Al-Khaliq) yang telah menciptakan kehidupan, manusia, dan alam semesta ini.

Lalu, apakah Sang Pencipta sendiri ada yang menciptakan?

Ada 3 konsep mengenai keberadaan Al-Khaliq:

  1. Ia diciptakan oleh sesuatu yang lain,
  2. Ia menciptakan diri-Nya sendiri,
  3. Ia bersifat azali (tidak berawal dan tidak berakhir) dan wajibul wujud (wajib adanya).

Yang pertama, jika Ia diciptakan oleh sesuatu yang lain maka Sang Pencipta berarti sama dengan makhluk, memiliki umur, terbatas, lemah, dan membutuhkan kepada yang lain.

Hal ini jelas tidak masuk akal.

Yang kedua, Ia menciptakan dirinya sendiri. Hal ini juga tidak masuk akan karena dia akan bersifat terbatas dan azali pada saat yang bersamaan.

Jika konsep 1 dan 2 tidak masuk akal, maka yang tersisa hanya konsep ke 3 saja. Al-Khaliq bersifat azali dan wajibul wujud.

Karena itu di Al-Quran terdapat ajakan untuk memperhatikan alam semesta agar dapat membuktikan keberadaan Allah.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka

QS Ali Imran 190-191

Konsep adanya Tuhan seperti ini tidak mampu di jelaskan oleh agama lain:

Keberadaan Allah tidak dapat dibuktikan ada atau tidak ada. Alkitab menyatakan bahwa kita harus menerima fakta bahwa Allah itu ada melalui iman: “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barang siapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” (Ibrani 11:6). Jika Allah menghendakinya, Ia dapat muncul dan membuktikan kepada seluruh dunia bahwa Ia benar-benar ada. Tetapi jika Ia berlaku demikian, tidak akan ada kebutuhan beriman. “Kata Yesus kepadanya: ‘Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya'” (Yohanes 20:29).

Hanya mengimani dalam hati saja tidak akan membuat ketaatan kita pada Allah menjadi nyata, karena persepsi muncul dari logika dan otak, bukan hati.

Tapi pada saat hati mengimani dan logika bisa mengamini, maka persepsi tentang Allah yang Maha Mencipta akan terukir dengan jelas, dan mau tidak mau kita akan menerima seluruh hal yang Allah katakan dalam Quran.

Seperti surga dan neraka, alam kubur, hari pembalasan, kiamat, dll.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Uppsi... 🤭, ngga error kog! Tapi maaf nih sementara ini website hanya dioptimasi untuk pengguna smartphone.

So, gunakan hapemu untuk membuka website ini 😉